CAHAYA CINTA DI PANTAI MARINA 04

 LANTAS HARUS 


"'Suzume, hampir setengah jam kita hanya membisu", Syuhada mencoba mencairkan kebekuan suasana. "Hatiku cemas dan selalu menanti jawab dari permasalahan yang sedang kita hadapi". 


Sambil menarik nafas panjang, 'Suzume mengarahkan pandangannya ke langit biru. Terasa berat untuk mengutarakan isi pikiran yang semalam berkecamuk. Dia sudah mempunyai keputusan, tapi darimana akan memulainya. Persoalan ini harus selesai tanpa ada luka dan derita. Tak ada sakit hati apalagi dendam. 


Perlahan 'Suzume menoleh, mengarahkan pandangannya pada Ryu. Mereka saling pandang. Sesaat keduanya tenggelam dalam perasaannya masing-masing. Debar jiwa berpacu dengan debur ombak.


Ryu, pujangga bilang, hanya diperlukan waktu semenit untuk mengenal seseorang, sejam untuk menyukainya dan sehari untuk mencintainya, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakannya. Itu yang aku rasakan saat ini", dengan suara tertahan 'Suzume menimpali. 


"Hidup ini ibarat seutas tali", "Suzume melanjutkan. "Kadangkala kita jatuh sakit dan terluka, dan itulah yang harus kita rasakan sekarang, suka atau tidak. Musim akan selalu berganti menjadi saksi bahwa kehidupan ini ada, bersemi, tumbuh lalu berkembang, akhirnya gugur dan suatu saat bersemi kembali. Seperti itulah hidup yang harus kita jalani, kalau cinta pernah bersemi di antara kita, lalu suatu saat harus layu dan gugur, itu sudah hukum alam yang sulit untuk kita hindarkan".



Komentar

Postingan Populer