CAHAYA CINTA DI PANTAI MARINA 02


HARUSKAH AKU DI TEPI PANTAI SEPERTI INI


Hening. Hanya nafas ombak menggemuruh seiring gemuruh jiwa dua insan yang sedang menyelami perasaannya masing-masing. Ryu menatap kemilau ombak berkejaran dan rembulan mengintip dengan binar cahayanya yang temaram. Setemaram hati Ryu saat ini. 

Desahan berat nafasnya tertahan, mencoba mencerna perkataan sahabatnya itu. Kembali terngiang kata-kata Gibran dalam pikirannya, Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran. Ah! Hanya itu yang terdengar. 

Sementara waktu terus mendekati malam. Dan bulan yang tak sepenuhnya purnama, jadi saksi percakapan dua sahabat di tepi pantai.


"'Suzume, masihkah kamu betah memandang rembulan yang mulai temaram?", sapa Syuhada. 


'Suzume seakan tak peduli sahabatnya sedang menyapa. Dia tetap mematung di beranda, tangannya telungkup sambil matanya sayu memandang temaram rembulan yang terus beringsut keperaduannya. Terlihat diwajahnya bergelayut sejuta resah. Kadang merengut. Kadang mendesah. Ada beban dalam pikirannya yang tak kunjung reda. 


"Mungkin saja setiap masalah dan tantangan yang kita anggap sulit itu masih ada solusinya, namun belum terpikirkan oleh kita", kembali Syuhada memecah kesunyian. 


Hanya desah yang terdengar agak berat. 


"Sesungguhnya waktu adalah hidup, dan hidup sendiri adalah menjalani waktu", Syuhada tiada bosan memberi semangat kepada 'Suzume. 


"Sejauh mana kamu menghargai waktu, berarti sejauh itulah kamu menghargai hidup kamu". 


"Aku mengerti", 'Suzume menimpali tanpa menoleh. "Bahwa ikrar setia yang pernah kami pahat, akan terkubur bersama waktu". 


"Tidak, waktu tidak pernah mengubur kesetiaan. Cinta dan kesetiaan yang tulus akan berjalan seiring bersama waktu. Walau raga tidak pernah menyatu, tapi jiwa akan tersatukan oleh cinta yang dilandasi ketulusan".  Ucap Syuhada.

Komentar

Postingan Populer